//
you're reading...
Ilmu komunikasi

merintis sejarah iklan didalam TV indonesia

Sejarah periklanan Indonesia

Pengertian, Pembahasan Sejarah Periklanan Indonesia

Iklan pertama tulis pertama kali diperkenalkan pada zaman Yunani Kuno,Iklan dalam bahasa dalam bahasa Indonesia dalam frormalnya disebut pariwara yang artinya promosi barang, jasa , perusahaan, dan ide harus di bayar oleh sebuah sponsor. Pemasaran melihat iklan sebagai bagian dalam strategi promopsi secara keseluruhan. Komponen lainya dari promosi termasuk publisitas, relasi , public , penjualan , dan promosi penjualan.

Pada dulunya iklan dimuat didalam surat kabar , dari tahun ketahun mengalami perubahan ,dimuat koran ,brosur, di radio , lalu di TV dan bisa juga dimuat didunia maya lebih praktis dan murah. Kalau kita berbicara iklan , nama iklan mempunyai kemegahan. Tetapi dalam kenyataannya diremekan oleh pemirsa,pembaca dll.

Kebanyakan orang yang tidak mengerti iklan,dia menganggap iklan adalah hal yang kurang penting.contoh “kalau orang sudah nonton film kesukaannya, pada saat penayangan iklan, hal tersebut sangat diremekan. Dan Iklan dianggap mengganggu suasana yang asik saat melihat film kesukaannya yang ditayangkan , serta kebanyakan orang mengganti chanel lain,lalu memilih film yang lain, itu kekurangan pemirsa didalam menghargai karya didunia pengiklanan. Padahal pembuatan iklan sangat sulit dan membutukan waktu berhari-hari. Dan pada zaman sekarang bukan cumak dunia  koran,radio,dan TV yang  memuat iklan didalamnya. tetapi iklan  juga bisa dimuat didalam dunia maya (internet) serta lebih canggih dan murah. Penghasilan iklan diberi upahgaji oleh pabrik yang dipromosikan contonya Sabun mandi, persaingan card handpon,persaingan produk barang,yang dipromosikan lewat brosur,koran,radio,televisi,dll.

Sejarah Iklan di Indonesia

Sebenarnya sadar atau tidak sejarah iklan di negara kita berasal dari Belanda.Soedardjo Cokrosisworo (1951) adalah orang pertama yang memperkenalkan istilah iklan, Istilah iklan yang kita pakai saaat ini adalah diambil dari istilah belanda yaitu advertentie. Sedangkan mulai diperkenalkan di Indonesia oleh Jan Pieterzoen Coen pendiri Batavia dan Gubernur jenderal Belanda tahun 1619-1629. J P Coen menulis surat dengan judul “Memorie de Nouvelles”, dan dimuat surat kabar pertama di Hindia Belanda tahun 1744 yaitu Batavia Nouvelles, yang merupakan refleksi naluri bersaing rempah-rempah antara Belanda dengan Portugis di Ambon.

Koran pada saat itu semua ditulis dengan tangan. Pada masa itu terdapat 2 advertensi biro yang mengurusi masalah periklanan  yaitu Biro “ de Lamar” khusus menangani penyiaran bagi surat kabar belanda, dan “Balai Pustaka” mengurus pemberitaan khusus mengenai bangsa Indonesia.

Pada tahun 1855, Surat kabar berbahasa jawa, terbit dengan nama “BROMARTANI”. Di terbitkan oleh Harteveld. Dalam sebuah kolom dalam surat kabar ini terdapat sebuah iklan yang menulis. “ HARGA IKLAN SEBARIS ENAM POELOEH DOEIT ( ATAU LIMA POELOEH SEN; TIGA DOEIT = sebengol /segobang).

SEJARAH PERIKLANAN TV DI INDONESIA

Keberadaan TV sebagai media baru di Indonesia sejak bulan Agustus 1962, telah merangsang Nuradi untuk menjadikannya wahan periklanan. InterVisa tercatat sebagai perintis masuknya iklan-iklan komersial di TVRI. Tahun 1963, tiga iklan pertama (yang masih berbentuk telop) di media ini, adalah untuk klien-klien berikut:

  • Hotel Tjipajung, yang kebetulan milik ayahnya sendiri.
  • PT Masayu, produsen alat-alat berat dan truk.
  • PT Arschoob Ramasita, yang dimiliki oleh Judith Roworuntu, sekaligus menjadi pembuat gambar untuk iklan-iklan InterVista.

Setahun setelah itu, muncul iklan skuter Lambretta. Tetapi kali ini, sudah digunakan bentuk slide, yang juga merupakan rintisan saat itu. Iklan Lambretta pun merupakan iklan pertama yang diproduksi untuk dapat ditampilkan di bioskop-bioskop. Ini merupakan prestasi tersendiri pula bagi InterVista.

Menurut Nuradi, kekuatan InterVista terletak justru pada akar budidaya Indonesianya. Pendapat ini mungkin benar, kalau kita perhatikan beberapa slogan yang diciptakan InterVista, seperti:

  • Produk susu kental manis; Indomilk …. sedaaap.
  • Produk bir; Bir Anker. Ini Bir Baru, Ini Baru Bir.
  • Produk rokok putih; Makin mesra dengan Mascot.
  • Produk skuter; Lebih baik naik Vespa.

Periode tahun 1963-1967 InterVista juga tercatat sebagai perusahaan periklanan pertama yang melakukan adaptasi terhadap film iklan yang berbahasa Inggris, meskipun proses produksi akhirnya masih dikerjakan di Singapura. Bahkan pada periode ini, InterVista sudah memiliki sendiri sutradara untuk membuat film-film iklan para kliennya. Salah satu film iklan yang sangat sukses saat itu adalah iklan Ardath.

PENTINGNYA  IKLAN  TERHADAP  PEMASARAN  SUATU  PRODUK

Periklanan (advertising) adalah bentuk- bentuk komunikasi atau presentasi non pribadi produk atau perusahaan yang di kendalikan oleh produsen untuk berkomunikasi dengan pelanggan.

Pada saat ini iklan menjadi alat komunikasi yang penting bagi produsen atau perusahaan untuk dapat memperkenalkan produknya agar dapat di kenal oleh masyarakat. Secara umum iklan memiliki beberapa fungsi dan tujuan sebagai berikut :

  • Memberikan informasi
  • Membujuk
  • Mengingatkan
  • Memberikan Nilai Tambah
  • Mendukung  Usaha Promosi Lainnya.

Tujuan akhir dari periklanan adalah menciptakan mega brand. Tetapi bagi kebanyakan produsen atau perusahaan yang produknya telah menjadi mega brand, mereka menurunkan kualitas produknya sedikit demi sedikit. Akibatnya konsumen akan beralih ke produk lain. Sehingga penting bagi produsen untuk tetap mempertahankan atau meningkatkan kualitas produknya dan terus berinovasi dengan terus menciptakan produk yang sesuai dengan harapan konsumen , dapat pula dilakukan dengan cara membuat tampilan produk se-unik mungkin. Sehingga menjadi suatu ciri khas dari produk dan akan selalu di ingat oleh masyarakat.

Kesimpulan

Jadi iklan adalah sebuah bentuk  promosi yang termasuk publisitas, relasi , public , penjualan , dan promosi penjualan , serta iklan diberi upahgaji oleh pabrik yang dipromosikan contonya Sabun mandi, persaingan card handpon,persaingan produk barang,yang dipromosikan lewat brosur,koran,radio,televisi,dll. Namun dengan penerbitan suratkabar,koran kebanyakan pertama yang dimemuat didalamnya adalah  iklan .Tradisi pemuat iklan di Indonesia sampai sekarang tetap berjalan,sangat berkembang dan mengalami perubahan besar. Pada dulunya iklan dimuat didalam surat kabar , dari tahun ketahun mengalami perubahan ,dimuat koran ,brosur, di radio , lalu di TV dan bisa juga dimuat didunia maya lebih praktis dan murah. Kalau kita berbicara iklan , nama iklan mempunyai kemegahan. Tetapi dalam kenyataannya diremekan oleh pemirsa,pembaca dll.

Discussion

2 thoughts on “merintis sejarah iklan didalam TV indonesia

  1. Kalau kupikir-pikir, TVTV seperti TV One dan Metro Tv itu hanya kelihatan wah tapi isinya tidak ada apa-apanya. Tak ada pembelajaran atau hal sedikitpun yang mampu membuat rakyat bangkit mempertanyakan rezim, itu tidak ada. Itulah sebabnya hanya mendapat iklan balsem, obat gosok/balsem, obat penguat seks dengan memanfaatkan artis terkenal, iklan-iklan kebohongan, dan rajin menggosok/memeras dengan mengkritik oknum/pemerintah, untuk dapat iklan layanan masyarakat mereka. Malu.

    Posted by Rohwan | March 12, 2011, 3:14 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: