//
you're reading...
Jurnalis Indonesia

pendapat mahasiswa tentang kebebasan media sekarang

 

BEBAS BUKAN BERARTI BABLAS

Dalam membahas pers jaman dulu,pemerintah sangat minim didalam menangani atau membahas tentang keberadaan pers,karena kedudukan pers jaman dulu masih belum terbuka didalam mengkritik pemerintah atau masih takut dengan adanya hukum pemerintah tentang UU pers.Karena dulu setiap ada orang yang berani menyuarakan negative tentang pemerintah pasti akan langsung dicari dan ditangkap.Contohnya diera pemerintahannya Soeharto,banyak orang yang lebih memilih diam daripada mencari masalah kepada pemerintah.Seperti keberadaan pers pada jaman dulu yaitu diam didalam mengkritik pemerintah,dan berbicara dalam mendukung pemerintah atau memperjuangkan nama Bangsa.

Keberadaan pers jaman dulu dikekang oleh pemerintah, serta ancaman pemerintah dan membuat suara pers semakin minim didalam menyuarahkan kritikan kepada pemerintah,namun lama-lama pers merasa jenuh dan bosan terhadap keputusan pemerintah yang kurang seimbang antara peraturan pers dengan pemerintah.Dan akhirnya pers melakukan pemberontakan dan dibarengi dengan gerakan rakyat untuk melakukan revolusi.Pers bersama-sama dengan rakyat bekerjasama untuk menggulingkan pemerintah.

Suara-suara provokasi dilakukan oleh pers agar pemerintah terguling.Inilah yang disebut aliran revolutionary pers,dan pers merasakan euphoria luar biasa dalam menyambut  kebebasan pers. Sehingga dikawatirkan menjadi pers yang kebablasan,seperti yang terjadi pada saat ini ,seolah-olah pers tidak mempunyai batasan dalam hal mengkritik masalah pemerintah.

Semua suara rakyat bahkan dianggap benar,tak peduli apakah suara tersebut berkompeten atau tidak ,Kritikan yang pedas kepada pemerintah menjadi tontonan yang menarik. Sehingga media-media saling bersaing dalam mengemas kritik tersebut untuk mengeruk keuntungan.Dan hal seperti ini menjadi biasa dalam berbicara dimedia. Seperti mengkritik,menghancurkan nama pemerintah dan sampai-sampai isu yang tidak penting dipermasalahkan. Dan akhirnya kerusuhan-kerusuhan dimedia tentang pers terlihat oleh Negara lain,sehingga hal seperti ini bisa menghancurkan nama baik Negara.

Inilah yang dikhawatirkan oleh kita, bila terus dibiarkan bisa-bisa pers Indonesia dapat mengarah ke libertarian pers yang mendewakan kebebasan tanpa adanya tanggung jawab. Sehingga perilaku pers dalam menanggapi pemerintah sangat jelak di mata Negara lain, dan Negara Indonesia hanya bisa di pandang  kejelekannya saja oleh Negara lain.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: