//
you're reading...
Public Relations Indonesia

lumajang memang oke

Kesenian Jaran Kencak khas Lumajang

Oleh: Nanang Efendi

Kesenian Jaran Kencak Lumajang

Kalau dilihat dari gerakan, iringan musiknya, lirik lagu yang dinyanyikan, kesenian jaran kencak adalah kesenian yang lahir di Madura, sesuai perkembangannya banyak orang Madura yang merantau ke jawa, yang akhirnya diperagakannya kesenian ini di jawa. Dalam syair yang dinyanyikan kebanyakan berbahasa madura khususnya jawa timur (Lumajang, Probolinggo, Banyu wangi, Jember). Lumajang adalah kabupaten yang terkenal dengan kuda kencak yang khas, hampir tiap tahun tarian ini selalu dipamerkan pada saat karnaval, Harjalu, dan acara-acara lainnya, bahkan di acara keluarga pun tarian ini sering diundang dan dikarakan kerumah kepala desanya.

Awal mulanya tarian ini tampil dengan sederhana yaitu kuda yang diberi pakaian warna-warni, ditumpuki kursi buat tempat duduk bagi yang menaikinya. Sesuai perkembangannya, tarian kuda kencak ini dihiasi dengan berbagai macam hiasan, seperti bulu merak, kertas warna, kayu penjalen, lampu warna-warni buat hiasan malam hari. Kuda-kuda yang dilatih menari dirias dengan berbagai pernak-pernik serta diberi semacam baju dari kain dan perhiasan dari monel. Di kaki mereka yang menghentak-hentak dipasang semacam gelang kaki yang dipasangi lonceng-lonceng agar terdengar suara gemerincing saat mereka menari. Sampai sekarang ini tarian ini selalu diperingati setiap acara-acara khitanan, pernikahan, tasyakuran desa.

Biasanya kuda kencak itu dipertontonkan bila ada orang punya hajatan mengkhitan anaknya. Dimana sang anak akan dinaikkan kuda kencak bersama-sama saudara saudaranya. Lebih dari 2 ekor biasanya orang akan menyewa kuda kencak, terkadang sampai 10 ekor, tergantung kemampuan finansial serta anak yang akan dinaikkan kuda kencak. Dan sekarang orang-orang mulai bisa menyiasati agar “enteng di kantong” yaitu dengan cara urunan antara si tuan rumah dan orang tua yang anaknya yang akan dinaikkan kuda sesuai dengan kesepakatan mereka.

Setelah kuda dihias ganti anak yang akan naik kuda yang sering disebut kemanten itu diberi make up dan pakaian warna warni, begitu juga penuntun kuda ikut berdandan. Setelah itu semua selesai, barulah dimulai atraksi kuda kencak yang diawali dengan dua kuda saling berhadapan dan saling menari mengikuti irama gamelan, kemudian diselingi dengan tarian remo dan tradisi sumpingan yaitu pemberian uang dari beberapa tamu juga saudara dan kerabat si punya hajat sebagai penghormatan kepada tuan rumah yang diletakkan di sebuah baki atau talam dimana uang tersebut nantinya diambil oleh si penari remo. Setelah pertunjukan tarian remo usai baru kemudian kuda masuk ke dapur tuan rumah untuk minta minum kopi baru kemudian dilanjutkan dengan acara ”temangan” dimana terdapat satu/dua kuda dan penuntunnya yang menyanyikan lagu dan pantun berbahasa madura dan terkadang diselingi dengan lawakan khas jaran kencak.

Terkadang orang disamping mendatangkan jaran kencak juga mendatangkan grup Reog Ponorogo serta Gelipang (mengenai reog dan gelipang akan diposting dilain tempat). Di kabupaten Lumajang banyak terdapat beberapa grup jaran kencak diantaranya grup sambung tresno, baru muncul, baru timbul dll yang kesemuanya itu tersebar di beberapa kecamatan terutama di daerah mayoritas suku madura.

Dalam acara khitanan atau upacara tugel kuncung, anak laki-laki yang dikhitan atau anak yang dipotong kuncungnya dengan beberapa saudaranya yang sebaya dirias dan dinaikkan ke atas kuda lalu diarak keliling desa. Biasanya ada lima sampai sepuluh kuda yang disewa, tergantung jumlah manten (pengantin, dalam hal ini yang dimaksud adalah anak-anak yang dirias) yang ada. Kadang jika jumlah manten ada banyak, biasanya di bagian belakang tambahan berupa mobil yang dihiasi kertas krep warna-warni. Sepanjang jalan terdengar suara musik yang khas mengiringi arak-arakan kuda-kuda yang menari. Itulah sekedar gambaran hajatan kuda kencak yang khususnya di kabupaten Lumajang sangat terkenal.

Salah satu rangkaian acara menyambut hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus adalah lomba karnaval antarRT. Kuda-kuda kencak biasa dipakai untuk memeriahkan suasana sementara anak-anak dengan berbagai kostum berjalan keliling desa. Karnaval 17 Agustus adalah salah satu acara yang paling ditunggu  karena sangat menghibur, terutama bagi anak-anak.

Tarian ini mempunyai tanggapan mitos misalnya: barang siapa yang perna menaiki kuda kencak maka pada saat di akhirat akan mempunyai kendaraan seperti ular. Intinya kalau diakhirat mempunyai jalan yang terang. Kesenian ini juga sering dibuat nazar. Semisal kalau mempunyai anak kecil yang sakit-sakitan maka kalau udah sembu akan dinaikkan kuda kencak. Jika anaknya tidak bisa sembuh dan meninggal dunia nazarnya tetap dilakukan tetapi yang menaiki kuda kenjak tersebut digantikan dengan boneka, supaya roh dari anak tersebut bisa mempunyai jalan yang terang. Ludah kuda kencak banyak dibilang bisa menyembukan berbagai penyakit. Ludah kuda biasanya dioleskan dibagian yang sakit, misal kepala, kaki dll.

Daftar Pustaka

 

Foto : http://surabaya.detik.com/read/2011/12/16/173340/1793151/475/menghidupkan-kembali-seni-jaran-kencak-lumajang

http://hamparanpasirsemeru.blogspot.com/2009/08/keunikan-dari-tarian-kuda-kencak.html

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: