//
you're reading...
Public Relations Indonesia

Peran Komunikasi Organisasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) Malang

Peran Komunikasi Organisasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) Malang

Penulis

Nanang Efendi / Ilmu Komunikasi

 Latar belakang

Dalam sebuah kehidupan manusia sehari-hari pasti menggunakan yang namanya komunikasi, baik kepada diri sendiri, orang lain, kelompok kecil sampai kelompok besar. Hal itu adalah sarana penyampaian pesan terhadap orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup kita sehari-hari. Komunikasi digunakan setiap waktu, baik dirumah, diluar rumah dan dikampus atau bahkan ditempat kerja. Bisa dibilang manusia tidak bisa hidup tanpa komunikasi, karena setiap perkataan, gerak ataupun simbol lain yang bisa dimaknai oleh manusia lain bisa disebut komunikasi.

Komunikasi merupakan sesuatu hal yang sangat dibutuhkan oleh manusia untuk sarana penyampaian pesan untuk berbagai aktifitas-aktifitas dalam kehidupannya. Banyak orang yang megalami kesalah pahaman hanya karena penyampaian pesan yang kurang dimengerti. Jika hal itu sampai terjadi, maka akan mempengaruhi sistem kerja dalam sebuah perusahaan baik antara atasan dengan bawahan atau sesama. Kalau komunikasi tidak terjadi Miss maka manusia mudah dalam memenuhi kebutuhan suatu organisasi dan untuk mencapai tujuan utamanya. Namun hal tersebut tidak mungkin terjadi, karena manusia bebas menginterpresentasikan setiap simbol yang diberikan lawan komunikasinya. Terkadang pesan yang disampaikan disalah artikan oleh komunikan. Untuk itu dalam sebuah organisasi dibutuhkan seorang sosok pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan baik terhadap bawahannya, baik itu komunikasi verbal maupun non verbal.

Dalam komunikasi itu disisipi pula komunikasi-komunikasi motivasi terhadap bawahan. Dengan hal itulah manusia akan termotivasi untuk lebih giat lagi dalam bekerjanya. Apabila kebutuhannya sudah terpenuhi maka termotivasi untuk meningkatkan keinginan kebutuhannya yang lebih tinggi. Dan akhirnya bisa membuat dirinya untuk menjadi lebih baik dalam melakukan sesuatu hal. Bekerja giat untuk mendapatkan uang yang lebih banyak, dengan begitu maka keinginannya untuk memenuhi tingkat kebutuhan yang lebih tinggi bisa terpenuhi dengan baik.

Sebuah organisasi pasti memerlukan struktur kepengurusan atau alur-alur dalam melandaskan tanggung jawabnya. Salah satu tujuan dari struktur ini adalah mudah untuk mengkomunikasikan setiap informasi yang datang sehingga tidak terjadi kesalah pahaman dalam berkomunikasi. Mungkin disemua jajaran organisasi pasti adanya kesalah pahaman komunikasi namun bagaimana sebuah organisasi tersebut mampu meminimalisir akan miss komunication tersebut sehingga tidak menimbulkan masalah yang besar. Kualitas sebuah organisasi juga dapat ditentukan dengan minimnya kesalahan yang terjadi dan semakin profesionalnya dalam menggunakan bahasa.

Dari penjelasan diatas maka saya berusaha menjabarkan mengenai Peran Komunikasi Organisasi sebuah perusahaan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Malang. Dimana sebuah perusahaan milik Negara yang seharusnya terkelola dengan baik beserta struktur didalamnya. Bagaimana komunikasi yang berlangsung didalamnya sehingga ketika masyarakat menginginkan sebuah informasi dari PLN maka masyarakat tidak mendapat informasi yang berbeda.

Pada perusahaan, untuk dapat menciptakan kelancaran dan dapat menghasilkan motivasi kerja yang baik, maka diperlukan adanya peningkatan kepuasan kerja terhadap karyawannya. Menurut Raymond B. Cattel misalnya, bahwa motivasi berkaitan erat dengan pencapaian atau pemuasan tujuan (sintality) karyawan dalam perusahaan.

Tiffin menambahkan bahwa kepuasan kerja berhubungan erat dengan sikap karyawan terhadap pekerjaannya sendiri, situasi kerja, kerjasama antara pimpinan dengan sesama karyawan. Konsep ini berusaha diterapkan PT PLN Malang, yang berusaha menciptakan kepuasan kerja karyawannya dengan cara memberikan kesempatan untuk maju, keamanan kerja, gaji, perusahaan dan manajemen yang baik, pengawasan (supervisi), kondisi kerja, komunikasi dan fasilitas. Lantas bagaimanakah realitas tingkat kepuasan kerja, tingkat motivasi kerja karyawannya sampai hubungan diantara keduanya.

Kalau dilihat realitanya Listrik sebagai sumber kehidupan masyarakat yang sangat penting, mempunyai fungsi sebagai penerangan dan energi dalam mengembangkan segala bentuk usaha dan aktivitas sehari-hari. Terkadang banyak orang bilang kalau seandainya listrik ini tidak ada pasti tidak akan muncul teknologi secanggih mungkin. (tidak ada listrik kayak tidak ada kehidupan sama sekali) Karenanya listrik merupakan suatu energi yang berperan penting, dimana listrik adalah satu – satunya energi yang mampu menjalankan segala bentuk aktivitas operasional dalam pengendalian sarana komunikasi, informasi di kantor, perusahaan, pendidikan maupun kegiatan rumah tangga.

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana bentuk peran komunikasi organisasi dalam perusahaan PLN Malang itu berlangsung?
  2. Bagaimana bentuk pemberian motivasi antara atasan dengan bawahan dalam perusahaan PLN?

Tujuan Masalah

  1. Untuk mengetahui bentuk peran komunikasi organisasi dalam perusahaan PLN Malang itu berlangsung
  2. Untuk mengetahui bentuk pemberian motivasi antara atasan dengan bawahan dalam perusahaan PLN

Pembahasan

Manajemen sumber daya manusia (SDM) bukanlah sesuatu yang baru di lingkungan suatu organisasi, khususnya usaha di bidang bisnis atau perusahaan. Usaha manusia untuk bekerjasama secara sistematik dalam arti sengaja, berencana dan terarah pada suatu atau beberapa tujuan organisasi, sulit ditelusuri usianya atau sejak kapan aktivitas ini dimulai atau diawali. Artinya, pengembangan kualitas sumber daya manusia yang ada dan terbatas akan terus menjadi perhatian serius dan disempurnakan untuk mencapai hal-hal yang diidealkan sebuah organisasi atau perusahaan.

Setiap perusahaan dalam keberhasilan meningkatkan motivasi kinerja karyawannya ditempuh dengan cara yang tidak mudah, dibutuhkan ketepatan konsep, ketajaman analisis aspek kemanusiaan yang ada serta adanya kerjasama yang berkesinambungan antara perusahaan dengan karyawan. Ketika sejumlah pertimbangan ini diindahkan perusahaan dengan menerapkan sikap terbuka, memberikan perlakuan seimbang antara hak-hak dan kewajiban karyawan, maka tidak menutup kemungkinan karyawan akan terpuaskan dan lebih produktif.

Akibat positif lainnya yang mampu dimunculkan karyawan akan lebih termotivasi untuk bekerja, sedikitpun tidak merasa terbebani serta akan sangat bertanggung jawab terhadap pekerjaan-pekerjaannya. Kondisi eksternal yang dinamis akan juga turut mempengaruhi dunia usaha, membuat organisasi bisnis atau perusahaan dalam tekanan besar untuk tetap mampu mempertahankan kualitas dan efisiensi usahanya atau malah sebaliknya. Karena itu, suatu perusahaan harus terus memiliki manajemen dan menerapkan strategi pasar yang efektif dan praktis. Untuk mampu menghasilkan manajemen yang baik, lagi-lagi perusahaan harus terus meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya untuk hasil kerja optimal.

Peningkatan sumber daya manusia ini berkenaan dengan sikap terhadap pekerjaannya, baik secara individu maupun ketika berinteraksi secara tim (group). Artinya, keberhasilan bekerja optimal dalam perusahaan dibutuhkan suatu sikap positif terhadap pekerjaan, yang pada akhirnya pula dapat menghasilkan motivasi kerja yang baik.

Listrik sebagai sumber kehidupan masyarakat, mempunyai fungsi sebagai penerangan dan energi dalam mengembangkan segala bentuk usaha dan aktivitas sehari-hari. Karenanya listrik merupakan suatu energi yang berperan penting, dimana listrik adalah satu – satunya energi yang mampu menjalankan segala bentuk aktivitas operasional dalam pengendalian sarana komunikasi, informasi di kantor, perusahaan, pendidikan maupun kegiatan rumah tangga.

Sumber listrik utama dikelola oleh negara dan perseroan yakni PLN. Dalam perkembangannya, PLN merupakan perusahaan badan milik negara, dan satu – satunya perusahaan milik negara yang bergerak di bidang kelistrikan. Dimana sumber daya listrik merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari – hari. PLN memiliki satu peranan yang sangat penting bagi masyarakat luas.

Dalam pengamatan ini saya akan coba membahas bentuk komunikasi yang terjadi dalam lingkup PLN yang kini berjalan dengan baik. Untuk itu tahab-demi tahap akan saya coba jelaskan dalam keterangan dibawah ini.

Komunikasi organisasi

Dalam tahun yang lalu komunikasi makin banyak menarik perhatian orang. Disadari, banyak persoalan dulu timbul dalam organisasi karena kurangnya perhatian pada proses komunikasi keorganisasian.

Komunikasi organisasian dapat didefinisikan sebagai proses aliran (pengiriman dan penerimaan) pesan-pesan yang berorientasikan tujuan diantara sumber-sumber komunikasi, dalam suatu pola, dan melalui suatu medium atau media

Suatu unsure tambahan (yang tidak ada dalam komunikasi antar pribadi) dalam definisi ini ialah pola aliran pesan. Jadi ada 7 unsur dalam komunikasi keorganisasian :

  • sumber pengiriman
  • sumber penerimaan (sasaran)
  • pesan yang dikirimkan
  • Pesan yang diterima
  • Tujuan pesan
  • Medium atau media, dan
  • pola arus (yang disebut jaringan)

Sumber pengiriman dan sumber penerimaan adalah orang-orang yang mengirim dan menerima pesan itu.

Tujuan komunikasi keorganisasian :

  1. Memberi informasi :  tujuan utama komunikasi ialah mengirim informasi dari sumber kepada orang-orang atau kelompok-kelompok alamat komunikasi. Berbagai jenis informasi dikirimkan dalam kebijakan organisasi, peraturan-peraturan, dan perubahan-perubahan serta perkembangan dalam organisasi dan sebagainya. Barangkali jika diperlukan penyebaran dari suatu informasi dalam organisais misalnya hadiah-hadiah dan ganjaran-ganjaran khusus yang diberikan, penyelesaian dengan serikat-serikat buruh, perubahan besar dalam organisasi, dan sebagainya. Hal ini mungkin memakan waktu lama jika organisasinya besar
  2. Umpan balik. Dibutuhkan adanya unpan balik bagi karyawan tentang prestasi mereka : untuk bagian-bagian tentang prestasi mereka : dan bagi menejemen yang lebih tinggi tentang pencapaian tujuan dan kkesulitan yang dijumpai.
  3. Pengendalian, system informasi manajemen dikenal sebagai suatu mekanisme pengendalian informasi diberikan untuk menjamin pelaksanaan rencana-rencana sesuai dengan maksud semula. Komunikasi pembantu terlaksana pengendalian seperti itu. Suatu mekanisme monitor. Informasi yang bersifat mengkritik disampaikan ketingkat orang-orang yang tepat dalam organisasi. Hal ini membantu usaha mengatur berbagai segi secara tepat.
  4.  Pengaruh, informasi merupakan kekuasaan. Satu tujuan komunikasi ialah mempengaruhi orang hal ini jelas sekali dalam kaitan komunikasi dari seorang pelatih dalam suatu kelompok pelatihan. Tujuan utamanya adalah mempengaruhi para peserta. Demikian pula, maka tinggi tingkat manajemen, makin besart peranan untuk mempergunakan pengaruh
  5. Memecahkan persoalan, dalam banyak hal komunikasi bertujuan memecahkan persoalan. Komuniasi antar manajemen dans erikat buruh tentang beberapa buruh ( perundingan) bertujun menemukan suatupenyelesaian. Banyak pertemuan kelompok diadakan sebagai sumber sarana guna sebagai penyelesaian alternatis swebagai suatu persoalan dan sampai kepada terpi;lihnya suatu penyelesaiana tertentu. Komuniasi semacam itu dapat diakdakan dalam kelompok-kelompok kecil ( berdua atau bertiga) atau dalam kelompok besar
  6. Pengambilan putusan, untuk mencapai suatu putusan diperlukan beberapa macak komuniksi misal, pertukaran informasi, pendapat, alternatif-alternatif yang ada, segi-segi menguntungkan atau tidak menguntungkan dari tiap alternatif, dan sebagianya.
  7. Mempermudah perubahan, efektifitas suatu perubahan yang diadakan dalam suatu organisasi sebagaian besar tergantung pada kejermnihan dan sepontanitas komunikasi. Komunikasi antar para konsultan dan manajer, antara para manajer dan para karyawan
  8. Pembentukan kelompok, komunikasi membantu pembangunan hubungan. Bahkan dalam perselisihan yang berat, hubungan baik hanya dapat dikembalikan jika proses komunikasi dilanjutkan.  Jika komunikasi terputus kelompok bisa hancur. Komunikasi mmerupakan minyak pelican agar kelompok dapat berfungsi dengan baik.
  9. Menjaga pintu, komunikasi membantu membangun hubungan organisasi dengan dunia luar. Organisasi yang dapat menggunakan lingkungannya untuk meningkatkan efektifitasnya. Organisasi juga dapat mempengaruhi lingkungan itu sendiri. Pemerintah, system pelayanannya, sumberdaya dan sebagainya

Komunikasi organisasi mempunyai suatu pola aliran atau jaringan. Suatu jaringan merupakan system dari berbagai titik komunikasi untuk keperluan pengambilan keputusan. Dalam kebanyakan penelitian jaringan, suatu kelompok kecil (biasanya terdiri dari 5 orang)  diberi suatu tugas dan kelompok itu berfungsi dalam suatu komunikasi yang terkendalikan. Pengarahan komunikasi dikendalikan sesuai dengan jaringan yang berbeda-beda.  Pengaruh tiap jaringan terhadap prestasi terhadap prestasi dan pengajaran.

Bentuk Struktur Organisasi Dalam PLN

Struktur Organisasi adalah bagan yang menggambarkan tata hubungan antara atasan dan bawahan dalam suatu organisasi. Untuk mencapai tujuan organisasi, perlu ditetapkan terlebih dahulu mengenai wewenang, tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota organisasi agar tidak terjadi kesalahan dan kerancuan pelaksanaan kegiatan organisasi dalam suatu perusahaan.

Berikut ini gambaran struktur Organisasi pada PT PLN (Persero) :

a) Manajer

Manajer bertanggung jawab merumuskan sasaran cabang, mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan pelayanan pelanggan, pendistribusian dan pembangkitan tenaga listrik berikut pembangunannya sesuai dengan kebijakan PLN atau PLN Wilayah.

b) Area Pelayanan dan Jaringan (APJ)

Merencanakan, melaksanakan, dan melakukan evaluasi serta membuat laporan atas pencapaian pendapatan, penjualan tenaga listrik, pelayanan pelanggan, pengoperasian, pemeliharaan jaringan distribusi di daerah kerjanya secara efisien dengan mutu dan keandalan yang baik untuk mencapai kinerja unit.

1) Bagian Pemasaran

Bertanggung jawab dalam penyusunan rencana penjualan dan pengembangan usaha sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada, serta pelaksanaan kegiatan pelayanan khusus yang diprioritaskan kepada pelanggan-pelanggan potensial, untuk menjamin terciptanya peningkatan kepuasan pelanggan potensial. Untuk melaksanakan tanggung jawab sebagaimana disebutkan diatas.

2) Bagian Niaga

Bertanggung jawab dalam kegiatan pelayanan dan pelanggan, administrasi pelanggan, pembuatan tagihan listrik dan pengendalian pendapatan untuk menjamin peningkatan pelayanan dan peningkatan pendapatan.

3) Bagian Distribusi

Bertanggung jawab dalam perencanaan dan pembangunan jaringan distribusi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan pengembangan system, merencanakan dan melaksanakan pengoperasian jaringan distribusi untuk menjamin kontinyuitas pelayanan dengan mutu dan keandalan yang memadai,

serta mengoptimalkan pelaksanaan pemeliharaan dan pengaturan jaringan distribusi agar dicapai pengusahaan energi yang efisien.

4) Bagian Keuangan

Bertanggung jawab dalam perencanaan dan pengendalian anggaran dan pendapatan sesuai dengan prosedur adminitrasi dan akuntasinya, untuk menjamin pengelolaan anggaran dan pendapatan yang efektif dan efisien guna peningkatan kinerja keuangan.

5) Bagian SDM dan Administrasi

Bertanggung jawab dalam pengembangan dan administrasi Sumber Daya manusia, pengelolaan kegiatan kesekretariatan dan umum untuk menjamin kelancaran operasional, serta melaksanakan kegiatan kehumasan dan pemberdayaan lingkungan.

6) Bagian Cater dan Tagihan Listrik

Bertanggung jawab dalam perencanaan dan pengendalian anggaran dan pendapatan sesuai dengan prosedur adminitrasi dan akuntasinya, untuk menjamin pengelolaan anggaran dan pendapatan yang efektif dan efisien guna peningkatan kinerja keuangan.

7) Bagian Pengendalian Pendapatan

Bertanggung jawab dalam kegiatan pengendalian untuk menjamin peningkatan pelayanan dan peningkatan pendapatan.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi orgasisasi dalam PLN berjalan dengan lancar.

Penutup

Dengan adanya sistem komunikasi organisasi maka kestrukturan dalam PLN menjadi lebih termanajemen. PLN tidak bisa berjalan dengan baik tanpa keorganisasian yang baik pula. Sejak berdirinya PLN mereka sudah menggunakan Komunikasi Organisasi yang baik sehingga dalam perjalanannya perkembangan yang signifikanpun terjadi. Kepercayaan masyarakat terhadap PLN juga dibuktikan dari semakin banyaknya pelanggan yang merespon tindakan baik dari PLN. Organisasi yang terjadi di PLN adalah dari atas ke bawah. Komunikasi yang terjadi di PLN dalam bentuk komunikasi formal dan non formal, hal ini akan menambah keakraban antar karyawan yang membuatnya semangat bekerja. Kemudian juga bentuk komunikasi verbal dan non verbal yaitu komunikasi ada yang dilakukan seperti berbicara face to face dari atasan ke bawahan atau sebaliknya. Komunikasi ini lebih efektif karena lawan bicara bisa melihat reaksi atau ekspresi wajahnya sehingga pesan yang dijadikan dapat cepat ditanggapi, selain itu dalam sebuah komunikasi organisasi dalam PLN ada juga bentuk non verbal, komunikasi ini lebih cenderung dalam bentuk kode-kode. Seperti komunikasi karyawan yang jauh, merekapun menggunakan kode-kode yang bisa dipahami bersama.

Daftar Pustaka

  • Pareek Udai, Perilaku Organisasi, PT ikrar Mandiriabadi, Jakarta 1996.
  • Davis Keith & John W. Newstrom, Perilaku dalam Organisasi, PT. Gelora Aksara Pratama, Jakarta 1985.
  • Thoha miftah, Perilaku Organisasi konsep dasar dan aplikasinya, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta 2002.
  • Stephen P. Robbins. Perilaku Organisasi: Jilid I. (Indeks Kelompok Gramedia, Jakarta. 2003).

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: