//
you're reading...
Jurnalis Indonesia

Perkembangan Jurnalistik Indonesia dan luar indonesia dengan menggunakan media komunikasi

Perkembangan Jurnalistik Indonesia dan luar indonesia dengan media komunikasi

 Oleh :

Nanang Efendi

Ilmu komunikasi

  Pendahuluan

Media massa adalah sebuah ajang untuk menyampaikan sebuah informasi untuk memenuhi sebuah kebutuhan manusia didunia ini, meristis tentang sejarah jurnalistik, berasal dari kata diurnalis dan berkembang menjadi nama journal yang mempunyai makna setiap hari, yaitu informasi yang diperoleh setiap hari oleh manusia, dewasa ini sebuah informasi yang didapat oleh masyarakat tidak hanya setiap hari, melainkan perkembangan media komunikasi bahkan setiap waktu, manusia bisa memperoleh dengan cepat. Dengan adanya hal ini sebuah informasi tidak hanya dalam negara melainkan manca negara.

Jurnalisme adalah pengisahan cerita, orang yang mengetahui bersedia berbagi informasi kepada orang lain yang di ingin tahu. Hal ini sudah terjadi sejak manusia gua duduk-duduk mengelilingi api unggun dan saling bercerita tentang pemburuan mereka tang telah mereka lakukan kemarin. Informasi ini nanti dipahami oleh orang lain. Dewasa ini, konsep seperti ini masih berlaku, meskipun prosesnya semakin kompleks. Misalnya Kita berjalan ke kampus dipinggir jalan banyak papan iklan yang banyak sudah berapa infomasi yang kita dapat dalam perjalanan? Belum juga media yang lain. Itulah keistimewaan sebuah media sekarang ini.

Mengungkap sebuah jurnalisme mengalami perkembangan pesat, mengglobal, sangat kompetitif. Kini kita hidup diera berita 24jam yang dipenuhi breaking news, dengan radio dan stasiun TV dan situs berita internet yang terus memperbarui berita-beritanya bahkan setiap menit. Meskipun koran, stasiun TV, dan radio agak berkurang ketimbang 10 tahun lalu di AS, jumlah portal berita internet tumbuh pesat dalam satu dekade terakhir. Dalam situasi yang senantiasa berubah ini, koran harus beradaptasi agar tetap relevan dan bertahan menarik perhatian audien yang semakin cerdas.

Namun perubahan-perubahan ini tidak menyebabkan banyak aspek dari jurnalisme khususnya koran menjadi usang. Warga dunia dewasa ini begitu tertarik dengan semua bentuk berita dan informasi mulai dari hasil pemilu lokal kelas RT sampai pemilu nasional diberbagai negara, dari gosip panas britney spear hingga ke gosip kawin cerai artis sinetron indonesia dan audien menggunakan banyak medium untuk memenuhi hasrat mereka akan informasi ini. Audien juga mengandalkan jurnalis atau wartawan, yang sudah terdidik dan terlatih.(K.passante.christopher:2008:3)

Jurnalisme cetak, elektronik dan online adalah ajang makanan pokok sebuah informasi disemua kalangan, dan hal itu juga mengalami perkembangan sesuai dengan jalannya masing-masing dan bersaing secara ketat antara media satu dengan yang lain dan hal itu di dasari dengan perkembangan teknologi komunikasi ini sekarang ini.

Pembahasan

Perkembangan jurnalistik menceritakan bahwa pemerintah monarki kuno telah mengembangkan cara-cara menyampaikan laporan tertulis. Pada zaman kekaisaran Romawi sejak Julius Caesar dan seterusnya catatan harian mengenai politik dan kejadian di koloni Romawi direkam dan didistribusikan. Setelah kekaisaran runtuh, penyebaran berita tergantung pada kisah-kisah peziarah, lagu, surat, dan kiriman pemerintah.

Penemuan mesin cetak disematkan pada Johannes Gutenberg pada 1456, melahirkan penyebaran Alkitab yang luas dan buku cetak lainnya. Yang pertama dicetak berkala adalah Mercurius Gallobelgicus, pertama muncul di Cologne, Jerman, pada 1594 dan ditulis dalam bahasa Latin dan didistribusikan secara luas sampai ke Inggris.

Surat kabar pertama kali muncul di Eropa pada abad ketujuh belas. Surat kabar secara teratur diterbitkan pertama dalam bahasa Inggris merupakan Oxford Gazette (kemudian menjadi London Gazette, dan diterbitkan terus menerus sejak saat itu), pertama muncul pada 1665. Hal Ini mulai publikasi ketika pengadilan kerajaan Inggris berada di Oxford untuk menghindari wabah penyakit di London, dan terbit dua kali seminggu. Ketika pengadilan kembali ke London, harian tersebut ikut pindah ke sana.

Surat kabar pertama yang terbit setiap hari, muncul pada 1702 dan terus terbit selama lebih dari 30 tahun. Editor pertamanya merupakan perempuan pertama dalam jurnalisme, meskipun ia diganti setelah beberapa minggu.

Pada saat itu, Inggris telah mengadopsi Press Restriction Act, yang mengharuskan bahwa nama tempat percetakan dan publikasi harus disertakan pada setiap dokumen yang dicetak. Surat kabar pertama yang sesuai dengan definisi modern sebagai sebuah koran adalah New York Herald, didirikan pada 1835 dan diterbitkan oleh James Gordon Bennett. Ini adalah koran pertama yang memiliki staf yang untuk meliput setiap kegiatan rutin kota dan spot berita, bersama dengan liputan rutin bisnis dan Wall Street.

Pada 1838 Bennett juga yang pertama kali mengorganisir staf enam orang wartawan asing di Eropa dan ditugaskan menjadi koresponden di kota-kota penting, termasuk menjadi wartawan pertama meliput Kongres secara teratur.

The New York Times didirikan pada tahun 1851 oleh George Jones dan Henry Raymond. Harian ini membangun prinsip pelaporan seimbang dengan tulisan berkualitas tinggi. Namun cara seperti itu tidak membuat mereka mencapai target sirkulasi dan menikmati kesuksesan pada saat itu.

Jurnalistik di Amerika

Perang saudara memiliki efek mendalam pada jurnalisme Amerika. Koran besar disewa koresponden perang untuk meliput di medan perang, dengan kebebasan lebih dibanding yang wartawan menikmati hari ini. Wartawan ini menggunakan mesin telegraf baru dan membuat berita menjadi lebih cepat untuk surat kabar mereka. Biaya pengiriman pesan telegraf yang mahal membantu menciptakan gaya penulisan “ringkas” yang menjadi standar untuk jurnalisme abad berikutnya. Permintaan yang terus tumbuh akan surat kabar perkotaan untuk menyediakan berita mengarahkan perusahaan pertama layanan kawat, kerja sama antara enam surat kabar besar di kota New York yang dipimpin oleh David Hale, penerbit Journal of Commerce, dan James Gordon Bennett, untuk menyediakan layanan mencapup seluruh Eropa bagi semua surat kabar. Inilah yang menjadi Associated Press yang menyampaikan transmisi kabel pertama bagi berita Eropa melalui kabel trans-Atlantik pada tahun 1858.

 Bentuk –bentuk baru dalam jurnalistik di Amerika

Harian The New York Times terus-menerus mendefinisikan jurnalisme. James Bennett Herald, misalnya, tidak hanya menulis tentang hilangnya David Livingstone di Afrika, mereka mengirimkan Henry Stanley untuk menemukannya di Uganda. Keberhasilan kisah Stanley mendorong Bennett untuk menjadi jurnalis investigasi. Dia juga penerbit pertama Amerika yang membawa surat kabar Amerika ke Eropa dengan mendirikan Herald Paris, cikal bakal International Herald Tribune hari ini. Charles Anderson Dana dari New York Sun mengembangkan ide human interest dan definisi yang lebih baik mengenai nilai berita, yang memasukkan keunikan dari sebuah cerita.

Kelahiran penyiaran pada abad kedua puluh, Guglielmo Marconi dan teman-temannya pada tahun 1901 menggunakan pemancar radio nirkabel untuk mengirim sinyal dari Amerika Serikat ke Eropa. Pada 1907, penemuannya digunakan secara luas untuk komunikasi lintas benua. Siaran radio komersial pertama dibuat pada bulan November 1920 di Pittsburgh, Pennsylvania. Penemuan Marconi itu cepat diadopsi bisnis berita untuk menyampaikan peristiwa terkini kepada masyarakat dalam jumlah yang tak terbayangkan sebelumnya.

Teknologi televisi mulai muncul pada tahun 1920, dan siaran TV komersial pertama dibuat pada Juli 1941 di New York. Seperti radio, televisi cepat diadopsi sebagai media jurnalisme. Hari ini banyak jaringan di seluruh dunia yang sepenuhnya menggunakan jurnalisme televisi termasuk CNN, BBC, dan Al Jazeera.

 Sejarah Perkembangan Jurnalistik di Indonesia

Berbicara mengenai sejarah jurnalistik Indonesia, semua itu tidak bisa lepas dari pengaruh sejarah jurnalistik yang ada di berbagai negara, khususnya negara-negara yang ada di kawasan Eropa. Pengaruh-pengaruh tersebut menyebar tentu saja melalui beberapa cara. Salah satunya yang memungkinkan masuknya istilah jurnalistik ke Indonesia adalah melalui penjajahan yang dilakukan oleh negara-negara yang ada di Eropa seperti Belanda.

Sejarah jurnalistik dalam indonesia sendiri sudah diperoleh saat indonesia masih belum merdeka. Sejarah perkembangan Jurnalistik di Indonesia menjadi tonggak berkembangnya dunia pers Indonesia hingga sekarang ini masih terus mendunia. Perkembangan jurnalistik di Indonesia mulai tumbuh pesart sejak Indonesia meraih kemerdekaan.

Sejarah perkembangan jurnalistik di Indonesia digolongkan menjadi beberapa fase. Fase pertama adalah jurnalistik atau pers sebagai alat perjuangan. Pada masa kemerdekaan (1945-1950), pers menjadi alat perjuangan pemberi informasi. Selain itu, pers pun menjadi alat provokasi untuk mengajak rakyat agar berjuang bersama-sama melawan penjajahan.

Fase kedua sejarah perkembangan jurnalistik di Indonesia terjadi pada era 1950-1960. Pada era ini, pergolakan politik di Indonesia mulai terjadi. Pada masa ini, pers indonesia mulai terjebak menjadi media politik. Pers, khususnya surat kabar menjadi media propaganda partai politik.

Periode ini menjadi periode dramatis untuk sejarah perkembangan jurnalistik di Indonesia karena pers menjadi alat untuk menjatuhkan citra partai politik lain.

Fase ketiga dari sejarah perkembangan jurnalistik di Indonesia adalah pembredelan pers pada masa Orde Baru. Pada masa Orde Baru, pers dibatasi kegiatannya karena sebelumnya sering mengkritik pemerintahan di bawah pimpinan Presiden Soeharto. Pada masa itu, setiap pers atau unsur jurnalistik yang menetang atau mengkritik pemerintahan akan mengalami pembredelan.

Fase keempat dari sejarah perkembangan jurnalistik di Indonesia terjadi setelah rezim Orde baru runtuh. Setelah rezim Soeharto turun, pers mendapatkan kebebasan dalam melalkukan tugas jurnalistik. Bahkan, sejarah perkembangan jurnalistik di Indonesia mulai bangkit dengan adanya kebebasan pers yang bertanggung jawab. Dalam periode ini, pers menjadi alat pengawas pemerintahan.

Pada era setelah reformasi, sejarah perkembangan jurnalistik di Indonesia menjadi lebih berkembang. Tak hanya menjadi alat pengawas kinerja pemerintahan, sejarah perkembangan jurnalistik di Indonesia pun berkembang menjadi industri jurnalistik yang menyuguhkan informasi selain politik, seperti musik, gaya hidup, hiburan, kuliner, dan topik jurnalistik lainnya. Hal itu lah tertularlah jurnalistik yang berkembang dari negara eropa ke indonesia hingga sekarang ini.

 Penutup

Sesuai perkembangannya bahwa Jurnalistik di media cetak, elektronik dan online bisa disimpulkan bahwa sebuah informasi telah menjadi bagian kehidupan dalam masyarakat (tren), setelah seseorang melihat tayangan sebuah berita misalnya yang tren sekarang ini yaitu penipuan didunia maya dengan sasaran adalah siswa dan mahasiswa lalu tidak lama kemudian orang tua yang mempunyai anak seorang mahasiswa akan menghubunginya, dan menyampaikan agar anaknya berhati-hati, setelah mendengar berita tersebut mahasiswa menjadi panik, sehingga membuatnya berhati-hati dalam kehidupan jauh dari orang tua.

Informasi bisa diibaratkan seperti makanan pokok yang menjadi bahan santapan dalam kehidupan sehari-hari, sebuah peristiwa atau kejadian adalah sesuatu hal yang sangat penting untuk diketahui dalam masyarakat. Media massa adalah sebuah ajang kebutuhan akan informasi di semua kalangan misal politik, sosial, ekonomi dan sebagainya.  Gara-gara dengan adanya media komunikasi kita bisa mengetahui perkembangan teknologi didunia serta banyak informasi-informasi lainnya, jadi selama kita mengikuti maka tidak akan ketinggalan informasi yang tenar sekarang ini.

 Daftar Pustaka

Haryanto Ignatius, 1995, pembredelan pers di indonesia. Jakarta LSPP (lembaga studi pers dan pembangunan.

K.passante Christopher,2008, journalism, Jakarta.prenada.

Oetama jakob,2006,sejarah sosial media.jakarta.buku obor

Harahap, Arifin S. 2007. Jurnalistik Televisi. Jakarta : PT. Indeks

Online. http://www.anneahira.com/sejarah-perkembangan-jurnalistik.htm  Diakses tanggal 02 Oktober 2012. Jam 20.00 WIB.

 

 

 

 

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: